Selasa, 05 Juli 2011

Saat si Kecil Karis Wafat, Organnya Hidup di Tubuh Orang Lain

Karis May Darling adalah satu korban kejamnya virus Streptococcus A yang bisa berkembang menjadi penyakit meningitis. Hanya dalam waktu seminggu setelah terkena virus tersebut, gadis 12 tahun itu meninggal. Meski sudah meninggal, organ-organ tubuh Karis tetap hidup di tubuh orang lain.

Karis May Darling meninggal dunia pada April 2011 saat berusia 12 tahun akibat terinfeksi Streptococcus A yang bisa berkembang menjadi penyakit meningitis. Karena jiwa penolong Karis yang tinggi, keluarganya memutuskan untuk mendonorkan hati, jantung, ginjal dan pankreas Karis untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Karis kini dijuluki sebagai 'The Little Helper' karena telah menyelamatkan nyawa 5 orang dengan menyumbangkan organ-organ di tubuhnya.

"Karis sangat senang membantu orang lain. Hal ini berarti ia telah membantu 5 keluarga lain yang tidak perlu merasa sakit akibat kehilangan orang yang mereka cintai," ujar sang ayah John Darling.

Karis pertama kali mengeluhkan sakitnya pada pagi hari di bulan April 2011, ia mengeluh sakit di telinga dan sang ibu Kerri Darling segera membawanya ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa rasa sakitnya akibat infeksi dan Karis pun diresepkan antibiotik.

Tapi seminggu kemudian rasa sakit tersebut datang kembali dan semakin memburuk di malam harinya. Keesokan paginya Kerri langsung membawa Karis ke Basildon University Hospital. Meski sempat membaik di pagi keesokan harinya Karis meninggal.

"Dokter memberinya antibiotik dan tes darah telah menunjukkan bahwa ia mengalami infeksi di dalam darahnya. Tapi kami tidak pernah berpikir bahwa kondisi tersebut sangat serius dan para dokter tidak akan mampu menanganinya," ujar Kerri.

Karis sempat mengalami sakit kepala dan darah keluar dari telinganya, tapi saat itu ia masih merasa nyaman dan bisa berbicara. Namun 30 menit kemudian perdarahannya tiba-tiba memburuk dan infeksi sudah menyebar ke otak sehingga menyebabkan pembengkakan.

Para dokter berhasil menstabilkan Karis dengan menggunakan mesin pendukung dan memindahkannya ke Great Ormond Street Hospital. Para ahli bedah saraf terus berjuang menyelamatkannya, tapi pembengkakan otaknya sudah sangat fatal sehingga menghancurkan batang otak dan dokter tidak bisa menyelamatkannya.

"Otaknya mati dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya. Kami shock dan seperti mati rasa, beberapa jam yang lalu kami masih bisa berbicara dengannya tapi sekarang ia sudah pergi," ujar John.

Selama hidupnya Karis selalu membantu orang lain, karenanya keluarga tidak ragu-ragu untuk setuju saat ditanya apakah mau mendonorkan organ tubuh Karis untuk orang lain yang membutuhkan.

Akhirnya jantung Karis didonorkan untuk seorang gadis remaja yang telah putus asa dengan kondisi jantungnya karena memiliki golongan darah langka yang justru cocok dengan Karis.

Bagian hatinya didonorkan untuk menyelamatkan bayi perempuan dan sisanya untuk menyelamatkan anak muda, ginjalnya didonorkan untuk seorang gadis, sedangkan ginjal dan pankreasnya telah didonorkan untuk seorang laki-laki yang telah melakukan dialisis selama 10 tahun.

Orangtua Karis menuturkan bahwa keluarganya telah diberitahu mengenai keberhasilan semua operasi transplantasi yang dilakukan. Dan keluarga juga telah mendirikan Karis May Darling Foundation yang memberikan drama profesional dan pembinaan olahraga bagi anak-anak yang kurang mampu.

"Karis yang suka menyanyi dan menari kini hidup dalam 5 orang yang berbeda dan hal ini telah memberikan kami kenyamanan. Dia adalah gadis kecil dengan hati yang besar dan kami akan selalu sangat bangga padanya," ungkap John.

Source :  Dailymail

Gamma Ray ;      http://www.flucard.blogspot.com

Tidak ada komentar: