Rabu, 17 November 2010

Orang Jadi Gemuk Karena Punya Indera Penciuman yang Tajam

img
Portsmouth, Obesitas atau kegemukan selalu berkaitan dengan berbagai macam penyakit degeneratif yang mematikan. Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa orang obesitas karena memiliki indera penciuman yang tajam.

Meningkatnya epidemi obesitas membuat para dokter dan ilmuwan khawatir akan lebih banyak lagi orang yang menumpuk lemak di tubuhnya.

Untuk alasan tersebut, peneliti dari University of Portsmouth melakukan penelitian untuk mencari penyebab
yang mendorong epidemi obesitas. Dan peneliti menemukan alasan mengapa ada banyak orang yang mengalami obesitas, yaitu berkaitan dengan indera penciuman.

"Dari hasil penelitian kami ditemukan bahwa orang dengan massa indeks atau BMI tinggi memiliki indera penciuman yang lebih tajam pada makanan. Inilah yang membuat mereka tak mampu menolak untuk makan lebih banyak," jelas Dr Lorenzo Stafford, pemimpin studi, seperti dilansir BBC News, Selasa (16/11/2010).

Menurut Dr Stafford, hal ini terjadi karena bagian dari otak yang memproses informasi tentang bau juga berhubungan dengan pusat-pusat makan di otak.

Dalam penelitian ini, tim Dr Stafford meminta 64 partisipan untuk melakukan serangkaian percobaan yang menguji kemampuan indera penciuman setiap orang dan dibandingkan dengan berat badannya.

Hasil studi tersebut menemukan bahwa indera penciuman seseorang menjadi lebih baik setelah makan dibandingkan saat lapar atau sebelum makan. Studi juga menunjukkan bahwa orang dengan berat badan lebih besar memiliki indera penciuman lebih baik.

"Kami belum tahu mengapa ini bisa terjadi, tapi hal ini bisa menjadi cara tubuh untuk mendeteksi dan menolak makanan yang tidak lagi diperlukan untuk menjaga keseimbangan energi. Ini juga bisa menghentikan orang untuk makan terlalu banyak," jelas Dr Stafford lebih lanjut.

Dr Stafford percaya bahwa memiliki penciuman yang tajam memaksa orang untuk makan lebih banyak, terutama karena aroma makanan yang begitu menggodanya.

"Saya berharap penelitian ini akan mendorong lebih banyak orang untuk dapat mengontrol keinginan makan dan berat badannya, sehingga epidemi obesitas dapat segera diatasi," tutur Dr Stafford.


Tidak ada komentar: