Sabtu, 20 November 2010

Tumpeng Sewu, Ritual Tolak Bala


Warga Desa Using Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, baru-baru ini, menggelar ritual tumpeng sewu. Ritual diawali dengan mengarak kesenian barong. Setelah arak-arakan, warga mempersiapkan diri guna mengikuti prosesi inti ritual, yaitu selamatan tumpengan di pinggir jalan desa.

Nasi tumpeng beserta ayam bakar atau disebut pecel pitik juga disiapkan. Setiap satu keluarga menyiapkan dua hingga tiga tumpeng. Obor bambu juga harus dinyalakan untuk menerangi setiap tikar yang digelar di depan rumah warga. Usai doa bersama, warga menikmati nasi tumpeng.


Selamatan yang disebut dengan tumpeng sewu ini dilakukan setiap bulan Haji atau Zulhijah dalam penanggalan Jawa. Selamatan ini dimaksudkan untuk menghormati datangnya bulan yang digunakan para tamu Allah untuk menjalankan ibadah haji. Selain itu, selamatan tumpang sewu juga digelar sebagai ritual tolak bala agar terhindar dari mara bahaya serta ungkapan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas berkah hidup selama ini.


Sebelum selamatan tumpeng sewu, pagi harinya warga juga menggelar tradisi jemur kasur secara massal. Tradisi ini dimaksudkan untuk membersihkan kasur setelah selama satu tahun dipakai, juga untuk menghormati datangnya bulan Haji atau Zulhijah, bulan yang dianggap baik untuk memulai bahtera rumah tangga bagi warga setempat. Ritual yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini tetap dipertahankan warga hingga kini.

Tidak ada komentar: