Minggu, 06 Maret 2011

Ditemukan, Obat Kemoterapi Baru untuk Kanker Payudara Ganas

http://images.detik.com/content/2011/03/04/763/kemoterapi-ts-dlm.jpgSalah satu pengobatan yang diberikan untuk pasien kanker adalah kemoterapi. Studi terbaru berhasil menemukan obat kanker kemoterapi baru yang bisa memperpanjang usia pasien kanker payudara.

Pasien kanker payudara metastatik (kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain) umumnya menerima banyak pengobatan.

Kini peneliti menemukan bahwa pasien kanker yang menerima obat kemoterapi baru (eribulin) bisa memperpanjang hidupnya rata-rata 2,5 bulan lebih lama dibanding pasien yang tidak menerima pengobatan ini.

Studi ini melibatkan 508 perempuan yang diberi eribulin dan 254 perempuan yang menerima pengobatan pilihan dokter. Pengobatan pilihan dokter ini umumnya adalah pengobatan hormon atau biologis yang disetujui untuk pengobatan kanker, radioterapi atau pengobatan simtomatik saja.

Penelitian ini merupakan tahap ketiga dalam menetapkan standar pengobatan baru yang potensial bagi perempuan dengan kanker payudara metastatik. Dan hasil yang didapatkan terbukti bisa memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup seseorang.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Javier Corters dari Vall d'Hebron University Hospital and Vall d'Hebron Institute of Oncology di Barcelona, Spanyol. Hasil temuan ini telah diterbitkan secara online dalam The Lancet tanggal 3 Maret 2011.

"Hal ini menunjukkan bahwa metode untuk mengobati kanker payudara terus maju berkembang dan hasil perawatan yang didapatkan sedikit lebih baik dibanding sebelumnya," ujar Nancy U Lin dari Dana-Farber Cancer Institute and Harvard Medical School di Boston, seperti dikutip dari Healthday.

Hasil penelitian ini menarik karena akan mendorong penggunaan obat eribulin secara lebih luas. Dan tentu juga harus disertai dalam uji coba tambahan untuk mengetahui manfaatnya secara lengkap.

"Studi lebih lanjut untuk melihat apakah obat ini bisa memberikan manfaat yang sama pada perempuan yang belum mendapatkan pengobatan apa pun juga akan lebih menarik," ujar Dr Stephanie Bernik, kepala bedah onkologi di Lenox Hill Hospital, New York City.

http://www.flucard.blogspot.com

Tidak ada komentar: